Inspirasi

14 September 2010

Nama   : Fatimah Zachra F

Nrp      : H 14100084

Laskar : 18

Inspirasi. Apa itu inspirasi? Apakah istilah dalam biologi pada bab pernapasan yang berarti menghirup udara atau oksigen dari luar ke dalam tubuh kita? Ya, mungkin memang ada hubungannya. Namun inspirasi ini bukan udara , bukan juga oksigen. Tetapi pengalaman dari luar yang kita hirup, kita ambil manfaatnya ke dalam kehidupan kita. Inspirasi itu membuat kita mendapat hidup kembali ketika jatuh. Memotivasi untuk bangkit dan betindak , belajar dari pengalaman .Sama seperti kita menghirup udara, membuat kita mempunyai energi untuk beraktifitas membuat kehidupan kita berlanjut.

Sumber insipirasi utama saya adalah ibu. Ibu adalah oksigen bagi saya yang membuahkan kehidupan. Ibu merupakan bidadari anggun yang diberikan Allah sebagai perantaranya memberi kehidupan bagi saya. Merawat dan mendidik saya dari kecil sehingga saya dapat menapakan kaki di kampus tercinta ini, IPB. Selama tujuh belas tahun saya hampir setiap hari bertemu, merasakan masakannya yang menurut saya paling enak, mendengar cerewetnya, mendengar nasehatnya, berbelanja bersama dan lainnya. Saya bisa melihatnya bekerja, hanya kami ; saya dan adik – adik saya, yang ada dipikirannya niat untuk mencari rizki. Berjuang bersama Ayah agar kami kelak menjadi orang yang berhasil. Alunanan doanya untuk kami tak pernah berhenti mengalir bagai mata air jernih mengalir ke sungai hingga lautan dan samuda luas tanpa batas.

Semua itu itu menjadi jarang ku dapatkan lagi ketika beliau mengantarkan saya ke gerbang masa depan yang akan saya lalui melalui IPB. Saat beliau meninggalkan saya d asrama kami berpelukan dan berbisik “Banggakan mamah ya !” ya, aku harus membanggakan kedua orang tua. Itu adalah amanat dan inspirasi saya yang memberikan semangat ketika saya jatuh  saya mengingat kata itu.

Awal kuliah aku merasa senang karena dapat berkuliah di IPB tapi takut, canggung juga bertumpuk. Bermacam – macam perasaan silih berganti saat beraaptasi di lingkungan baru. Awalnya aku merasa belum siap, padahal dulu aku ingin sekali kuliah di luar kota agar bisa mandiri. Namun disini aku terkena Culture Shock yaitu membandingkan tempat tinggal dulu dengan sekarang. Saya membandingkan Bogor dengan Cirebon, cara belajar SMA dengan kuliah.  Selain itu aku pun terserang penyakit mahasiswa baru yang meninggalkan rumah yaitu ‘homesick’. Seperti banyak sekali penyakit yang mendera. Semakin berjalannya waktu membuatku perlahan menerima semuanya. Penyakit itu akan datang jika kita pandai bersyukur, mengeluh dan melamun. Padahal akau harusnya bersyukur keinginan untuk kuliah di IPB terkabul, aku mendapat kesempatan belajar untuk mandiri, belajar berbagai macam orang dari berbagai pelosok Indonesia atau bahkan dunia. Ibuku yang mengetahui hal itu dan mengirimkan sebuah kata mutiara “Belajarlah dari semut. Saat berjalan dan dihadapkan pada suatu tembok di depannya, mereka melihatnya sebagai jalan naik ke atas, tidak sebagai halangan.” Membuatku tersadar, disini aku belajar menuntut ilmu, memandang segala rintangan adalah jalan untuk menambah pengalaman dan sukses serta  harus bertahan dengan selalu siap berubah. Berubah menjadi lebih baik untuk menjadi dewasa. Doa restu Ibu, Ayah, Adik – adikku dan keluarga insya Allah akan mengiringi langkahku untuk menjadi lebih baik.

Filed in Academic at 11:22 pm

no comments

Ceita Inspirasi

Nama   : Fatimah Zachra F

Nrp      : H 14100084

Laskar  : 18

Mentari belum bangun dari peraduannya, alunan nada mesin jahit telah mengadakan konser okestranya. Remaja itu terbangun, melihat Ibunya menjahit. Remaja itu bersiap diri untuk ke tempat yang Ia nanti dan menyiapkan gorengan untuk dtitipkan di kantin. Mentari mulai mengintip, Mentari pun dapat melihat kegigihnnya untuk bersekolah.

Saat berangkat ke sekolah dikecup tangan kedua orang tuanya oleh remaja itu. Alunan doa restu melantun dari bibir kedua orangtuanya. Mentari pun siap mengantar langkah kakinya dengan sinar hangatnya. Sejauh 10 km Remaja itu berjalan kaki ke sekolah. Tak pernah mengeluh. Dia ingin bersekolah, membahagiakan orang tuanya dan adik – adiknya. Semangatnya membara, namun jika suatu ketika api semangatnya redup, Ia akan melihat Ibunya menjahit, melihat ayahnya berangkat kerja, melihat adik – adiknya mencium tangannya saat mereka berangkat sekolah, telah membuatnya meneteskan air mata haru dan kembali membangkitkan semangatnya.  Keluarganya adalah inspirasi utamanya. Tak terasa gerbang sekolah sudah di depan mata, menyapa Remaja itu . Di kelas kami, temannya, menyambutnya dengan senyum. Remaja itu adalah teman ku, Ana .

Ana hampir tidak ketinggalan sholat dhuha  jika istirahat, jarang ku melihatnya di kantin. Jika kami cari, tempat pertama yang kami cari adalah Masjid dan Perpustakaan. Guru kami sering memanggilnya, entah itu memberikan tugas, mengajaknya ikut lomba, menanyakan Eksul yang menjadi tanggungjawabnya dan lainnya. Ia pernah menjuarai juara harapan lomba Olimpiade Ekonomi yang diadakan Bank Indonesia dan berhasil mendapat PMDK Universitas Soedirman Poerwokerto. Walau Ia senang dengan kegiatan akademiknya di sekolah, Ia tak pernah absen mengikuti acara ‘nongkrong’ bersama teman sekelasnya. Kami memang kompak. Saat sekolah mengadakan Sinau Wisata ke Jogjakarta, Ia rajin menabung untuk ikut. Kami teman sekelasnya patungan untuk membantunya.

Jika melihat dia, aku merasa malu pada diriku sendiri. Aku banyak mengeluh, jika dibandingkan dengan perjuangannya. Padahal aku seharusnya banyak bersyukur telah diberi kemudahan bersekolah dengan fasilitas yang cukup. Tadinya aku belum tahu keadaannya seperti itu. Tingkahnya biasa saja, menyembunyikan kekurangannya padahal itulah kelebihannya. Kelebihan untuk belajar lebih mandiri daripadaku, Kelebihan bahwa menuntut ilmu dapat dilakukan dalam kondisi yang prihatin sekalipun. Kelebihan yang membuat orang lain tergetar hatinya untuk saling menyayangi dan menjujnjung kebersamaan, itulah yang membuat kelas kami selalu kompak. Aku yakin kegigihannya akan memetik kebahagiaan. “Kau tidak akan pernah melihat pelangi, sebelum kau menghadapi hujan”

Filed in Academic at 11:09 pm

no comments